ONG39 – Insiden tabrakan mobil MBG yang terjadi di halaman SD Negeri di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, menyisakan trauma mendalam bagi sejumlah siswa dan orang tua. Menyikapi hal itu, Badan Gerakan Nasional (BGN) langsung turun tangan memberikan pendampingan psikologis kepada para korban, khususnya anak-anak yang mengalami syok akibat kejadian tersebut.
BGN Fokus pada Pemulihan Psikologis Anak
Pendampingan dilakukan untuk meminimalkan dampak jangka panjang yang mungkin muncul, seperti rasa takut, gelisah, hingga trauma berkepanjangan. Tim psikolog BGN melakukan:
-
konseling individual
-
pendampingan kelompok
-
observasi reaksi emosional anak
-
pendampingan terhadap orang tua dan guru
BGN menegaskan bahwa anak-anak yang terlibat kecelakaan, meskipun tidak mengalami luka fisik, tetap berpotensi mengalami trauma psikis yang perlu segera ditangani.
Respons Sekolah dan Dukungan bagi Para Siswa
Pihak sekolah turut bekerja sama untuk membuka akses ruang tenang dan ruang konseling selama proses pemulihan berlangsung. Guru juga mendapatkan arahan agar lebih memperhatikan perubahan perilaku siswa selama beberapa minggu ke depan.
Menurut pihak BGN, fase awal pascakejadian merupakan waktu paling penting untuk memastikan kondisi emosional anak tetap stabil dan tidak berkembang menjadi trauma berat.
Orang Tua Diminta Jaga Komunikasi dengan Anak
Dalam pendampingannya, BGN juga memberi imbauan kepada orang tua agar:
-
memberikan dukungan emosional yang konsisten
-
menghindari menegur atau menyalahkan anak
-
menciptakan suasana rumah yang aman dan nyaman
-
mengajak anak bercerita secara perlahan tanpa memaksa
Pendekatan ini sangat penting untuk membantu anak kembali pulih dan merasa aman setelah insiden mengejutkan tersebut.
BGN Pastikan Pendampingan Berlanjut
Pendampingan psikologis tidak berhenti pada hari kejadian saja. BGN menyatakan akan terus memonitor perkembangan psikologis para siswa hingga benar-benar pulih secara emosional.






