ONG39 – Belakangan ini, sejumlah wilayah di Sumatera Utara (Sumut) dan Aceh mengalami bencana banjir bandang dan tanah longsor, yang berdampak luas — tidak hanya kerusakan fisik, tetapi juga terputusnya akses komunikasi penting di berbagai titik. Berikut ulasan lengkapnya.
Dampak Bencana: Kemacetan Akses Fisik & Komunikasi
-
Hujan ekstrem disebabkan oleh kombinasi Siklon Tropis KOTO dan bibit siklon 95B, memicu curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir di kawasan Sumut dan Aceh.
-
Akibat hujan lebat dan longsor, akses jalan di banyak wilayah tertutup — misalnya di kabupaten perbatasan antara Sumut dan Aceh ikut terputus.
-
Lebih jauh, kerusakan fisik tidak hanya terjadi di jalan: infrastruktur telekomunikasi juga ikut terpukul — seperti fiber optic, tower/BTS, hingga pusat operasi (STO) milik operator.
Luasnya Pemutusan Layanan Telekomunikasi
-
Hingga hari ini, ada puluhan site (menara/titik layanan) yang mati di Sumut — tercatat sebanyak 495 site down.
-
Di Aceh, data menunjukkan sekitar 799 site telekomunikasi mati akibat dampak banjir bandang.
-
Lokasi paling parah terdampak antara lain: wilayah Sibolga dan Tapanuli Tengah — di mana bagi banyak warga, telepon dan internet terputus total sejak banjir/longsor terjadi.
Implikasi: Isolasi Warga, Hambatan Koordinasi Darurat
-
Banyak warga di daerah terdampak kesulitan menghubungi keluarga, kerabat, atau tim penyelamat karena jaringan seluler dan internet lumpuh.
-
Kondisi ini memperparah situasi darurat: koordinasi evakuasi, distribusi bantuan, serta pelaporan korban dan kerusakan menjadi sangat sulit.
-
Bahkan tim-tim penyelamat di lapangan mengandalkan jalur komunikasi alternatif (jika ada) atau mengirimkan personil langsung ke lokasi karena jaringan digital lumpuh.
Upaya Pemulihan & Alternatif Sementara
- Selain itu, penyedia layanan mencoba “routing ulang” jaringan lewat jalur alternatif di titik-titik yang aman, untuk mengembalikan sinyal sekecil apapun.
-
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama lembaga terkait juga terus memantau titik-titik terdampak dan koordinasi pemulihan.
Rekomendasi: Apa yang Bisa Dilakukan Sekarang
- tetap monitor media resmi, berita, dan pengumuman dari pemerintah/komunitas — sebab saluran resmi kemungkinan jadi salah satu jalan informasi satu-satunya.
-
Bagi relawan & bantuan darurat: siapkan metode komunikasi cadangan (misalnya radio, satelit, komunikasi via udara jika memungkinkan) untuk menjangkau area terisolasi.
-
percepat perbaikan — prioritaskan restore site BTS dan power supply, serta koordinasi transparan agar masyarakat mendapat update status jaringan.






