ONG39 – Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan arahan terbaru terkait program MBG jelang musim libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Arahan tersebut berupa penggantian lauk utama dalam program MBG, dimana penggunaan telur ayam akan dikurangi sementara waktu dan diganti dengan alternatif protein hewani seperti daging sapi atau telur puyuh.
Alasan Penggantian Lauk
Wakil Ketua Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil karena harga komoditas pangan seperti ayam dan telur ayam mulai mengalami kenaikan.
“Saat ini sudah mulai sedikit-sedikit, sudah mulai. Misalnya ayam sama telur ya,” kata Nanik usai rapat terbatas bersama Presiden di Istana Kepresidenan.
Dengan demikian, agar pasokan telur ayam untuk masyarakat dan kebutuhan khusus seperti kue Nataru tidak terganggu, maka penggunaan telur ayam dalam menu MBG akan dikurangi sementara.
Dampak & Tujuan Program
-
Mengamankan pasokan telur ayam bagi masyarakat luas, terutama menjelang Nataru dan Lebaran yang biasanya memicu lonjakan konsumsi telur.
-
Menjaga kualitas gizi program MBG dengan tetap menyediakan protein hewani, namun melalui alternatif yang lebih terkendali dari sisi pasokan dan harga.
-
Menekan tekanan kenaikan harga pangan, khususnya ayam dan telur ayam, yang bisa berdampak sosial-ekonomi.
Pelaksanaan dan Pelibatan Instansi
Sebelumnya, Presiden Prabowo juga sempat menginstruksikan bahwa menu MBG harus memiliki dua jenis lauk agar variasi gizi terpenuhi.
Tantangan dan Catatan Operasional
-
Ketersediaan daging sapi dan telur puyuh: Penggantian ini menuntut bahwa suplai dan distribusi daging sapi dan telur puyuh cukup tersedia di seluruh daerah penyelenggaraan MBG.
-
Biaya dan anggaran: Daging sapi umumnya lebih mahal daripada telur ayam, sehingga pengelola program harus memastikan anggaran mencukupi atau ada penyesuaian.
Kesimpulan
ini berpotensi membantu menjaga keseimbangan kebutuhan pangan dan kesehatan masyarakat dalam periode periode penting tersebut.






